Alasan Roberto Mancini Sebut Italia Sempat Keteteran Kontra Turki
Rotasi masif dan jadwal padat membuat Gli Azzurri nyaris kehilangan kendali sebelum akhirnya mengamankan tiga poin di Bologna.
Stadion Dall'Ara di Bologna menjadi saksi bisu betapa rumitnya malam bagi Gli Azzurri ketika menjamu lawan tangguh dari Selat Bosporus. Skuad asuhan Vincenzo Montella langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit pertama dan membuat lini belakang tuan rumah kocar-kacir. Gianluigi Donnarumma dipaksa bekerja ekstra keras untuk mementahkan sejumlah peluang matang yang lahir dari kaki para penyerang lawan.
Di sinilah ujian sesungguhnya bagi arsitek tim asal Jesi tersebut dimulai di atas lapangan hijau. Keputusan berani diambil oleh Roberto Mancini dengan melakukan sembilan perubahan sekaligus pada susunan pemain utama dibanding duel sebelumnya di Paris. Keputusan merombak besar-besaran kerangka tim ini diambil demi mengantisipasi jadwal padat yang memaksa anak asuhnya melakoni empat laga dalam rentang sebelas hari saja.
Dampaknya langsung terasa nyata pada ritme aliran bola sepanjang paruh pertama pertandingan pembuka malam itu. Para pemain terlihat kesulitan membangun serangan secara cair seperti biasanya akibat minimnya chemistry instan dari komposisi anyar tersebut.
Rotasi Ekstrem dan Hambatan Fisik
Penampilan impresif kubu tamu pada paruh pertama benar-benar memaksa lini pertahanan tuan rumah bekerja tanpa kompromi. Gelombang serangan beruntun membuat gawang Donnarumma akhirnya jebol juga setelah Aral Simsir sukses memanfaatkan celah di lini belakang. Gol penyeimbang itu lahir sebagai buah dari dominasi total yang diperagakan skuad tamu sepanjang paruh pertama laga.
Pelatih kepala sama sekali tidak merasa terkejut dengan penurunan kualitas aliran bola di atas lapangan hijau. Faktor kelelahan akumulatif serta minimnya waktu pemulihan fisik sudah masuk dalam kalkulasi matang sang juru taktik sebelum pertandingan dimulai.
"Terlepas dari rotasi masif yang wajib kami lakukan, faktor kelelahan fisik juga sangat memengaruhi jalannya laga," ujar sang allenatore selepas pertandingan berakhir di kandang sendiri.
Ia menyadari bahwa merombak sebagian besar komposisi starter pasti membuahkan risiko hilangnya sentuhan magis di lini tengah.
Respon Mental Skuad Tuan Rumah
Kebobolan di paruh pertama justru memicu reaksi positif dari para penggawa Gli Azzurri untuk bangkit mengejar ketertinggalan. Gianluca Scamacca sempat menghidupkan harapan publik sendiri lewat sontekan jarak dekat memanfaatkan bola liar di mulut gawang.
Respons cepat itu membuktikan bahwa mentalitas bertanding skuad asuhan Roberto Mancini masih berada di jalur yang benar.
"Kami memang sempat keteteran pada awal pertandingan, tetapi para pemain mampu merespons situasi dengan sangat baik setelah skor berubah imbang," lanjutnya mengulas jalannya laga.
Mentalitas inilah yang menjaga asa mereka dalam persaingan ketat, meski sang pelatih juga harus cerdik membaca situasi di tepi lapangan.
Penyelamatan Taktis dan Gol Penutup
Keunggulan tipis yang baru saja direbut tidak membuat sang pelatih lantas tinggal diam di bangku cadangan. Ancaman akumulasi kartu kuning bagi beberapa pilar penting memaksanya lekas melakukan intervensi taktis sebelum situasi berubah menjadi bencana.
"Kami memiliki dua pemain yang sudah mendapat kartu kuning dan wasit tampak begitu mudah mengeluarkan kartu lagi, jadi saya langsung menarik mereka keluar," jelasnya mengenai pergantian krusial tersebut.
Keputusan melindungi pemain dari ancaman kartu merah membuktikan ketenangan sang juru taktik membaca arah jalannya pertandingan.
Perubahan strategi itu berbuah manis ketika Riccardo Calafiori mencetak gol perdananya berseragam tim nasional dengan cara gemilang. Tekanan demi tekanan yang terus dilancarkan akhirnya ditutup sempurna oleh aksi Pio Esposito menjelang bubaran untuk mengunci kemenangan meyakinkan tiga gol berbalas satu di Bologna.