Jumat, 6 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Liga Champions

Cesc Fabregas Ungkap Kekecewaan Meski Como Menang 9-1 di Liga Champions

Cesc Fabregas mengakui masih kecewa meski Como menggemparkan Lens dengan kemenangan 9-1, menyoroti dominasi serangan dan celah pertahanan yang harus diperbaiki.

Cesc Fabregas Ungkap Kekecewaan Meski Como Menang 9-1 di Liga Champions
Ilustrasi: Liga Champions — Cariaja News

Cesc Fabregas melanjutkan peranannya sebagai pelatih sekaligus figur publik setelah Como mencatat kemenangan telak 9-1 melawan Lens di fase grup Liga Champions. Pertandingan yang berlangsung di Stade Bollaert‑Delelis pada Kamis pagi itu menampilkan serangan cepat, penyerangan berlapis, dan dominasi total yang jarang terlihat di level Eropa. Suasana stadion pun dipenuhi sorakan ribuan suporter yang menantikan aksi tim Spanyol.

Sejak peluit pertama, ritme permainan Como sudah terbang tinggi. Anastasios Douvikas membuka skor pada menit ke‑4 dengan tembakan dari luar kotak penalti yang menembus jaring Lens. Gol awal itu menggerakkan seluruh lini serang, memaksa pertahanan tuan rumah berlari mundur dan menyiapkan serangkaian peluang beruntun. Tekanan terus meningkat ketika gelandang tengah mengendalikan bola, memaksa Lens mundur ke zona pertahanan. Para penyerang segera menekan, menambah tekanan pada lini belakang lawan.

Setelah gol pembuka, Como mempercepat tempo dengan pressing tinggi. Pada menit ke‑12, Lucas Da Cunha mengirimkan umpan silang ke depan, di mana Nico Paz melancarkan sundulan yang menambah angka menjadi 2‑0. Douvikas kembali menambah satu lewat tendangan bebas yang melengkung, menandai awal hat‑trick yang kemudian menjadi pusat perhatian penonton. Gol kedua menambah kepercayaan diri seluruh skuad, yang kemudian berusaha menekan lebih cepat lagi.

Serangan demi serangan terus mengalir, menghasilkan dua gol tambahan dalam rentang lima menit. Marc‑Oliver Kempf menambah keunggulan menjadi 4‑0 dengan tembakan jarak jauh, sementara Mattia Liberali menutup babak pertama dengan gol kedelapan pada menit ke‑28. Dengan delapan gol, Como menguasai hampir seluruh wilayah lapangan, menegaskan dominasi mereka di liga Champions. Setelah gol kedelapan, pelatih memberikan instruksi untuk tetap menekan dan tidak memberi ruang bagi kembali.

Lens akhirnya berhasil mengurangi selisih pada menit ke‑65 lewat gol tunggal Ruben Aguilar, yang memanfaatkan peluang pojok dan melepaskan voli keras ke sudut atas gawang. Gol itu menjadi satu-satunya celah pertahanan Como, memicu reaksi pelatih Cesc Fabregas yang menilai perubahan taktik di lini belakang kurang tepat. Meskipun gol itu tidak mengubah hasil akhir, Fabregas menegaskan bahwa setiap kebobolan harus diusut secara detail.

Setelah gol Aguilar, Fabregas mengakui bahwa hasil Cesc Fabregas di pertandingan ini tidak memuaskan secara defensif. Ia menyoroti tiga pergantian yang dilakukan pada babak kedua, yang menurutnya mengganggu koordinasi lini pertahanan dan membuka ruang bagi lawan. Meskipun serangan tetap tajam, celah kecil itu menjadi sumber kekecewaan. Dia juga menekankan pentingnya komunikasi antar pemain di lini belakang untuk menghindari kebingungan serupa di pertandingan selanjutnya.

Cesc Fabregas Tanggapi Kelemahan Pertahanan

Fabregas menegaskan pentingnya kembali ke pola bertahan yang konsisten. Ia menambahkan bahwa walau tim mencetak sembilan gol, menjaga clean sheet tetap menjadi prioritas utama menjelang pertandingan Serie A berikutnya. Pelatih menugaskan sesi khusus pada latihan selasa untuk memperbaiki penempatan bek dan transisi cepat setelah serangan. Latihan khusus tersebut akan difokuskan pada latihan pertahanan zona dan latihan transisi cepat dari serangan ke pertahanan.

Ritme Serangan Como di Liga Champions

Ritme menyerang Como selama laga ini mengandalkan pergerakan tanpa bola yang cepat dan umpan terobosan. Douvikas, yang mencetak hat‑trick, berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan depan, sementara Baturina dan Papaccioli menyusul dengan tembakan jarak menengah. Kombinasi kecepatan dan ketepatan ini membuat pertahanan Lens terdesak terus‑menerus. Sikap agresif tersebut juga memaksa keeper Lens melakukan penyelamatan berulang, namun takluk pada ketajaman tembakan akhir.

Dampak Kemenangan Terhadap Klasemen Champions

Kemenangan 9‑1 mengangkat Como ke peringkat keempat klasemen champions, menambah tiga poin penting pada fase grup. Posisi ini memberi mereka keunggulan dalam menentukan grup selanjutnya serta meningkatkan peluang lolos otomatis. Namun, Fabregas mengingatkan bahwa selisih poin masih tipis, sehingga setiap pertandingan berikutnya tetap krusial. Jika Como dapat menahan tekanan lawan dan tetap mencetak gol, mereka berpeluang menempati posisi teratas grup.

Menatap ke depan, Como akan kembali ke Serie A pada minggu depan sebelum melanjutkan fase grup Liga Champions. Jadwal champions berikutnya menampilkan pertemuan melawan tim‑tim kuat, yang akan menguji kesiapan taktis Fabregas. Jika skuad dapat memperbaiki pertahanan tanpa mengorbankan serangan, mereka berpeluang melaju ke fase knockout. Penggemar pun menantikan aksi selanjutnya, berharap tim tetap konsisten dan menghindari kebobolan yang dapat mengurangi peluang mereka.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Liga Champions.