Selasa, 3 November 2026 · WIB
AGC News

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Bola Dunia Lainnya

Cristiano Ronaldo Marah Besar, Minta Fans Liga Arab Saudi yang Ejek Diogo Jota Dihukum Seumur Hidup

Cristiano Ronaldo menuntut sanksi seumur hidup bagi suporter Saudi Pro League yang mengejek almarhum Diogo Jota selama pertandingan Al Hilal melawan Al Taawoun.

Cristiano Ronaldo Marah Besar, Minta Fans Liga Arab Saudi yang Ejek Diogo Jota Dihukum Seumur Hidup
Foto: Bola.net

Pertandingan antara Al Hilal dan Al Taawoun berlangsung dengan tempo yang cukup tinggi sejak peluit awal. Kedua tim berusaha menguasai lini tengah, namun Al Hilal menunjukkan dominasi lewat pergerakan cepat pemain sayapnya. Pada menit-menit awal, Al Hilal berhasil menekan pertahanan Al Taawoun dan menciptakan beberapa peluang, namun belum ada gol tercipta.

Ketegangan memuncak ketika Ruben Neves, yang tengah menyiapkan tendangan bebas untuk Al Hilal, tiba‑tiba menjadi target teriakan nyaring “Jota, Jota, Jota” dari sekumpulan suporter lawan. Ejekan tersebut bukan sekadar provokasi biasa, melainkan mengacu pada kematian tragis Diogo Jota dan saudaranya André Silva pada Juli 2025. Neves, yang memiliki ikatan pribadi kuat dengan Jota sejak masa muda di tim junior Porto, tampak terganggu dan mengarahkan isyarat marah ke arah kelompok suporter tersebut.

Momen itu menjadi titik balik psikologis dalam laga. Setelah teriakan itu, ritme permainan sedikit melambat, dengan Al Hilal berusaha menenangkan diri sementara Al Taawoun memanfaatkan kebingungan untuk menekan kembali. Namun, kontrol kembali kembali ke Al Hilal ketika mereka berhasil mengatur serangan balik singkat, mengembalikan tekanan pada pertahanan lawan.

Insiden di Tribun Menjadi Sorotan Utama

Video teriakan tersebut cepat menyebar di media sosial, menimbulkan reaksi keras dari publik. Ronaldo, yang juga pernah berbagi lapangan dengan Neves dan Jota di Timnas Portugal, tidak tinggal diam. Ia menuliskan komentar di akun Instagram pribadinya, menegaskan bahwa perilaku suporter itu melewati batas yang dapat diterima dalam sepak bola.

Menurut Ronaldo, liga harus mengambil tindakan tegas dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku. Ia menambahkan bahwa sepak bola tidak lagi menjadi arena untuk tindakan seperti itu, dan bahwa para suporter yang melakukan hal serupa tidak boleh kembali ke stadion. Pernyataan tersebut menekankan bahwa tindakan tersebut bukan bagian dari rivalitas biasa, melainkan sebuah pelanggaran etika yang harus diatasi.

Reaksi Ronaldo di Media Sosial

Dalam kolom komentar Instagram, Ronaldo menyatakan bahwa otoritas Saudi Pro League perlu segera menindak pelanggaran tersebut. Ia menekankan pentingnya menetapkan batasan yang jelas, agar kejadian serupa tidak terulang. Ronaldo juga menyinggung kedekatannya dengan Neves dan Jota, menegaskan bahwa ejekan tersebut menyentuh sisi personal, bukan sekadar provokasi di tribun.

Selain menuntut hukuman, Ronaldo menyoroti fakta bahwa Jota dan André Silva meninggal dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli 2025. Ia menilai bahwa penghormatan kepada almarhum harus tetap dijaga, termasuk oleh para penonton.

Dampak Pada Persaingan Tim

Meskipun insiden tersebut menimbulkan kegelisahan, pertandingan tetap berlanjut. Al Hilal kembali menguasai tempo permainan, memanfaatkan kecepatan sayapnya untuk menyerang. Neves, meski tampak terganggu, tetap berkontribusi dengan mengirimkan umpan-umpan penting ke lini depan.

Al Taawoun, yang sempat mencoba memanfaatkan kegaduhan, gagal menciptakan peluang berbahaya. Akhirnya, Al Hilal mampu menutup laga dengan kemenangan, meski skor akhir tidak diungkapkan dalam laporan ini.

Kedekatan antara Neves dan Jota tidak hanya terbatas pada lapangan. Kedua pemain pernah bermain bersama di Wolverhampton Wanderers pada Juli 2017, membantu klub itu naik ke Premier League. Mereka bahkan tinggal berdekatan di kawasan Compton, Wolverhampton, dan menjadi bagian penting dalam Timnas Portugal bersama Ronaldo.

Setelah kepergian Jota, Neves menghormati sahabatnya dengan menato gambar pelukan mereka di betis, serta mewarisi nomor punggung 21 yang sebelumnya dipakai Jota di tim nasional. Hal ini menambah beban emosional pada insiden di tribun, menjadikannya masalah pribadi bagi Neves.

Tuntutan kepada Saudi Pro League

Ronaldo menutup komentarnya dengan menekankan bahwa liga tidak boleh mengabaikan perilaku tidak sportif. Ia menuntut agar otoritas kompetisi menindak tegas para suporter yang terbukti melakukan ejekan, bahkan menyarankan larangan masuk stadion seumur hidup.

Jika Saudi Pro League mengambil langkah serupa, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih aman dan menghormati memori pemain yang telah tiada. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak liga mengenai tindakan yang akan diambil.

Dengan tekanan publik yang semakin kuat, keputusan liga akan menjadi indikator komitmen mereka terhadap sportivitas dan penghormatan terhadap korban tragedi di dunia sepak bola.

Sumber: Bola.net

Penulis

Rizky Pratama menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Bola Dunia Lainnya.