Gianluigi Donnarumma Jadi Tembok Tebal di Debut Kandang Zidane Bersama Prancis
Tembok kokoh Gianluigi Donnarumma memaksa tim asuhan Zinedine Zidane berbagi angka di kandang sendiri.
Stade de France bergemuruh ketika nama sang juru taktik baru berkumandang dari pengeras suara stadion. Sambutan hangat suporter menyambut kembalinya legenda besar lapangan hijau tersebut ke rumah sendiri. Spanduk besar bertuliskan ucapan selamat datang terpampang nyata di tribune penonton. Atmosfer magis langsung terasa kental sejak menit pertama dimulai. Namun, sejarah manis masa lalu tidak otomatis menjamin kemenangan mudah pada malam dini hari tersebut.
Pertandingan akbar pentas uefa nations league langsung menyita perhatian publik sepak bola dunia. Pertemuan sarat gengsi ini mempertemukan dua raksasa Eropa dalam tempo tinggi. Zinedine Zidane tampil energik di pinggir lapangan, terus memompa semangat tempur anak asuhnya. Sayangnya, dominasi penguasaan bola yang diperagakan Les Bleus menemui tembok tebal pertahanan Gli Azzurri. Lini depan tuan rumah harus bekerja ekstra keras untuk mencari celah kosong.
Kebuntuan akhirnya pecah sepuluh menit setelah turun minum. Umpan pendek matang dari situasi bola mati dimanfaatkan dengan sempurna oleh sayap lincah tuan rumah. Sebuah sepakan melengkung indah dari luar kotak penalti meluncur deras tanpa mampu dijangkau penjaga gawang lawan. Bola sempat membentur mistar bagian bawah sebelum menggetarkan jala gawang. Pendukung tuan rumah bersorak menyambut keunggulan perdana ini.
Tembok Kokoh Bernama Donnarumma
Keunggulan satu angka sama sekali tidak membuat lini belakang tuan rumah bisa bermain tenang. Kelengahan fatal terjadi di jantung pertahanan ketika lini belakang gagal membaca pergerakan lawan. Pemain bertahan tim tamu melaju tanpa pengawalan berarti dari para penggawa tuan rumah. Sebuah tembakan mendatar terarah sukses merobek sudut kanan gawang yang dikawal kiper tuan rumah. Skor kembali imbang dan tensi permainan langsung meningkat drastis.
Kegagalan mengamankan keunggulan ini membuat hasil zidane bersama prancis sejauh ini mencatatkan dua kemenangan dan satu kali seri. Sang pelatih tentu mencatat banyak evaluasi penting untuk membenahi konsentrasi lini belakangnya. Kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi PR besar.
Penyelamatan Gemilang Penjaga Gawang Tamu
Aksi heroik penjaga gawang tim tamu terus berlanjut sepanjang paruh kedua. Dua penyelamatan beruntun dilakukan untuk mentahkeun peluang emas yang didapat penyerang-penyerang berbahaya tuan rumah. Gempuran bertubi-tubi dari lini kedua tidak membuahkan hasil positif.
Gelandang pekerja keras tuan rumah juga dibuat frustrasi oleh ketangguhan sang kapten lawan di bawah mistar gawang. Upaya tendangan jarak dekat berhasil diblok secara sempurna.
Peluang Emas yang Terbuang Sia-Sia
Memasuki masa tambahan waktu babak kedua, tekanan tuan rumah semakin gencar dilakukan. Gelandang energik bernomor punggung khusus mendapatkan ruang tembak bebas di kotak penalti. Namun, lagi-lagi refleks kilat kiper lawan menyelamatkan gawang dari kebobolan untuk kedua kalinya.
Peluang emas tersebut melayang begitu saja di detik-detik akhir pertandingan. Wasit pun segera meniup peluit panjang tanda laga berakhir. Catatan jadwal zidane bersama prancis berikutnya tentu menuntut ketajaman penyelesaian akhir yang jauh lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.