Kekecewaan Warnai Hasil Imbang Laga Juventus vs Rennes di Turin
Raksasa Italia gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri setelah gol kemenangan dianulir VAR pada penghujung laga Eropa.
Kekecewaan Warnai Hasil Imbang Laga Juventus vs Rennes di Turin
Suasana muram menyelimuti ruang ganti raksasa Turin usai duel juventus vs rennes rampung dengan skor sama kuat. Skuad asuhan Thiago Motta gagal mempertahankan tren positif di kompetisi kontinental setelah hanya mendulang satu angka di hadapan publik sendiri. Para pemain tampak tertunduk lesu di atas rumput hijau, menyadari bahwa peluang emas untuk mengamankan kemenangan kandang harus sirna akibat detail-detail kecil yang luput dari kendali.
Nada kekecewaan begitu terasa kental dalam raut wajah jajaran pelatih selepas peluit panjang dibunyikan wasit. Keunggulan kilat yang sempat diraih pada awal babak justru sirna begitu saja karena lini belakang lengah meredam serangan balik cepat lawan. Meski begitu, manajemen klub dan para pemain sepakat untuk segera mengalihkan fokus menatap sisa pertandingan berikutnya di fase grup.
Panggung Awal yang Menjanjikan
Tuan rumah sebetulnya langsung menggebrak pertahanan lawan sejak menit-menit permulaan babak pertama. Umpan matang terukur membelah lini pertahanan tim tamu, membebaskan Zeki Celik dari kawalan ketat untuk menceploskan bola akurat. Sorak penonton bergemuruh menyambut gol pembuka tersebut, memberikan sinyal dominasi awal bagi wakil Italia di kandang angker mereka.
Namun, keunggulan kilat itu tidak bertahan lama karena lini pertahanan tuan rumah mulai kehilangan konsentrasi. Rennes merespons cepat melalui skema serangan terarah yang sukses merobek jala gawang kawalan Guglielmo Vicario. Situasi semakin memburuk menjelang turun minum ketika wasit menunjuk titik putih akibat handsball di area terlarang. Eksekusi dingin Boulaye Dia sukses mengecoh arah kiper dan membawa tim tamu berbalik memimpin.
Kebangkitan Lewat Titik Putih
Upaya keras terus digencarkan kubu tuan rumah selepas turun minum demi mengejar ketinggalan skor. Tekanan demi tekanan dilancarkan untuk membongkar rapatnya barisan pertahanan lawan yang mulai bermain lebih pragmatis. Dewi fortuna akhirnya tersenyum ketika pelanggaran di kotak terlarang kembali terjadi, memberikan kesempatan emas dari tendangan penalti.
Nick Woltemade yang maju sebagai algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan krusial tersebut. Sepakan keras mendatar menghujam deras ke tengah jala gawang tanpa mampu dihentikan penjaga lawan. Gol penyama kedudukan ini membakar kembali semangat juang seisi stadion, mengubah intensitas permainan menjadi jauh lebih tinggi bagi kedua kesebelasan.
Penyesalan Gol yang Dianulir VAR
Tekanan konstan terus dilancarkan hingga penghujung waktu normal demi mencari gol pembeda. Papan skor nyaris berubah ketika kemelut di muka gawang berbuah sambaran akurat yang langsung disambut selebrasi meriah. Sayangnya, impian meraup tiga angka sirna seketika setelah teknologi video assistant referee mengintervensi keputusan wasit.
Tinjauan ulang membuktikan ada pelanggaran posisi offside sebelum proses terjadinya gol krusial tersebut. Para pemain hanya bisa mengelus dada meratapi nasib buruk yang menggagalkan kemenangan di detik-detik krusial pertandingan. Keyakinan untuk bangkit tetap disuarakan para penggawa, menegaskan bahwa evaluasi total bakal segera dilakukan jelang jadwal padat mendatang.