Jumat, 6 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Bolatainment

Lionel Messi Jadi Miliarder: Bagaimana Ia Menyusul Cristiano Ronaldo dalam Persaingan GOAT

Lionel Messi menembus satu miliar dolar, menyamai Cristiano Ronaldo. Analisis menyoroti faktor gaji, saham Inter Miami, dan dampak rivalitas pada dunia bolatainment.

Lionel Messi Jadi Miliarder: Bagaimana Ia Menyusul Cristiano Ronaldo dalam Persaingan GOAT
Ilustrasi: Bolatainment — Cariaja News

Lionel Messi kini resmi masuk dalam lingkaran eksklusif miliarder sepak bola, menandai babak baru dalam persaingan abadi dengan Cristiano Ronaldo. Forbes memperkirakan kekayaan bersih Messi mencapai 1,1 miliar dolar AS, menandai ia sebagai pemain aktif kedua yang menembus batas satu miliar setelah sang Portugis. Keberhasilan ini bukan sekadar kebetulan; ia merupakan hasil akumulasi gaji, sponsor, dan investasi strategis yang dirancang sejak masa puncak kariernya.

Di Inter Miami, Messi menikmati kontrak tertinggi di MLS, dengan bayaran pokok sekitar 28,3 juta dolar AS per tahun. Walaupun angka itu jauh di bawah gaji tahunan Ronaldo di Al Nassr, klub Amerika tersebut menambahkan paket saham dan hak komersial yang meningkatkan total pemasukan tahunan Messi menjadi hampir 80 juta dolar. Kombinasi ini, dipadukan dengan pendapatan iklan global, mengangkat nilai asetnya ke tingkat miliarder dalam hitungan tahun.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo membuka jalan pada 2025 dengan menandatangani kontrak bebas pajak senilai 235 juta dolar AS di klub Arab Saudi. Pendapatan tambahan dari sponsor dan kesepakatan komersial menambah sekitar 300 juta dolar AS pada 2026, menjadikannya atlet dengan kekayaan bersih 1,2 miliar dolar. Keberhasilan Ronaldo menjadi tolok ukur bagi Messi, namun perbedaan utama terletak pada sumber pendapatan: Messi mengandalkan diversifikasi investasi, sedangkan Ronaldo mengandalkan gaji klub yang masif.

Lionel Messi dan Jalan Menuju Miliarder

Messi mengubah profil pemain menjadi entitas bisnis. Selain gaji, ia memperoleh royalti dari lini pakaian, kontrak iklan, serta kepemilikan saham di Inter Miami yang secara kolektif menghasilkan puluhan juta dolar tiap tahun. Forbes menilai bahwa akumulasi pendapatan selama dua dekade, ditambah kenaikan nilai properti dan investasi, menjadi fondasi utama bagi pencapaian status miliarder yang kini ia nikmati.

Cristiano Ronaldo: Pendapatan Besar di Arab Saudi

Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, memanfaatkan kebijakan bebas pajak di Arab Saudi untuk melipatgandakan penghasilannya. Gaji tahunan sebesar 235 juta dolar, ditambah lebih dari 60 juta dolar dari sponsor, menegaskan posisi finansialnya di puncak. Keputusan beralih ke Al Nassr memperlihatkan strategi berbeda: mengoptimalkan kontrak klub besar untuk mempercepat pencapaian satu miliar dolar.

Faktor Investasi dan Saham Messi di Inter Miami

Kepemilikan saham Messi di Inter Miami menjadi komponen krusial dalam portfolio kekayaannya. Pemilik klub mengungkapkan bahwa bagian kepemilikan tersebut menghasilkan pendapatan tahunan tambahan, memperkaya total angka mencapai hampir 80 juta dolar AS. Investasi di sektor properti dan startup teknologi menambah diversifikasi, memastikan aliran kas stabil meski gaji utama di MLS relatif lebih rendah dibanding liga Eropa.

Dampak Rivalitas GOAT pada Dunia Bolatainment

Persaingan antara Messi dan Ronaldo kini melampaui lapangan hijau, memengaruhi konten bolatainment, jadwal siaran, dan ekspektasi penonton. Kedua nama tersebut menjadi magnet iklan, mendorong jaringan televisi dan platform digital untuk menyesuaikan jadwal lionel messi serta menyoroti hasil lionel messi dalam setiap pertandingan. Penggemar menantikan statistik terbaru, sementara analis menyusun prediksi lionel messi untuk sisa musim MLS, menambah nilai komersial kompetisi.

Dengan keduanya menempati puncak kekayaan, standar baru ditetapkan bagi generasi pemain berikutnya. Kylian Mbappé, yang kini masuk dalam daftar atlet berpenghasilan tertinggi, diprediksi akan menempuh jejak serupa bila mengoptimalkan kontrak dan investasi. Namun, selama Messi dan Ronaldo masih aktif, rivalitas GOAT akan terus menjadi bahan bakar utama bagi industri bolatainment, menggabungkan sportivitas dengan dinamika ekonomi yang semakin kompleks.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Bolatainment.