Jumat, 6 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Piala Dunia

Nomor 10 Argentina Pasca-Messi: Ritme Laga, Momen Kunci, dan Siapa Calon Penggantinya?

Argentina menyiapkan laga perpisahan Messi, menjaga nomor 10 kosong hingga pertandingan melawan Benin, sambil mengatur ritme tim dan mengupas potensi pengganti legendaris.

Nomor 10 Argentina Pasca-Messi: Ritme Laga, Momen Kunci, dan Siapa Calon Penggantinya?
Ilustrasi: Piala Dunia — Cariaja News

Argentina kini berada di persimpangan penting setelah Lionel Messi mengumumkan akhir karier internasionalnya. Jersey nomor 10 yang selama dua dekade menjadi simbol kebanggaan Albiceleste akan kembali kosong, menunggu sosok baru yang mampu menyalakan kembali semangat serangan tim. Keputusan ini menambah ketegangan menjelang laga perpisahan melawan Benin.

Pertandingan terakhir Messi dijadwalkan pada 6 Oktober di Estadio Monumental, menandai penampilan ke‑208nya bersama tim nasional. Sebelumnya, Albiceleste harus melewati Bolivia dan Burkina Faso dalam rangkaian persiapan, sementara nomor 10 dibiarkan kosong untuk menjaga fokus pada taktik. Jadwal piala dunia yang padat menuntut fleksibilitas dari pelatih Scaloni.

Sementara Messi menunggu setelah dua pertandingan awal, lini tengah Argentina harus menyesuaikan diri dengan peran yang biasanya diisi sang bintang. Pada laga melawan Bolivia, ritme permainan diatur lewat tekanan tinggi dan pergerakan cepat, menciptakan peluang yang tak selalu berujung pada gol. Hasil nomor 10 dalam statistik tim menurun, menandakan ketergantungan pada kreativitas individual.

Nomor 10 Tetap Kosong hingga Laga Perpisahan

Pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa tidak ada pemain yang akan mengenakan nomor 10 sebelum Messi menutup kariernya di level internasional. Keputusan itu diambil untuk menghormati warisan sang legenda dan memberi ruang bagi staf teknis menilai siapa yang paling layak mengisi peran itu setelah pertandingan melawan Benin. Jadi, jersey tetap kosong hingga saat akhir.

Dalam laga persahabatan melawan Burkina Faso, Argentina mengadopsi formasi 4‑3‑3 yang menekankan pergerakan sayap. Tekanan awal dari lini belakang berhasil memaksa lawan melakukan kesalahan, namun peluang pertama terlewatkan karena kurangnya sentuhan kreatif yang biasanya diberikan nomor 10. Momen kritis muncul pada menit ke‑68, ketika serangan balik hampir menghasilkan gol, namun bola meleset tipis.

Ritme Argentina di Jadwal Piala Dunia Tanpa Pemain Kunci

Ketika piala dunia 2026 semakin mendekat, ritme tim harus tetap stabil meski tanpa pengendali lini serang utama. Pada sesi latihan intensif, Scaloni menekankan peran kolektif, memaksa pemain sayap dan gelandang untuk menambah intensitas serangan. Di tengah jadwal piala dunia yang berulang, transisi cepat menjadi kunci untuk menutupi kekosongan kreativitas.

Laga melawan Bolivia menjadi ujian pertama Argentina tanpa sentuhan magis nomor 10 dalam kompetisi resmi. Tekanan tinggi dari tim Selatan Amerika memaksa Albiceleste beralih ke serangan langsung, menghasilkan dua peluang pada babak pertama. Sayangnya, kiper Bolivia memperlihatkan refleks tajam, mematahkan harapan gol pertama Argentina. Kekurangan kreativitas itu menonjol ketika lini tengah berusaha menciptakan kombinasi cepat namun gagal menembus pertahanan lawan.

Prediksi Nomor 10 Baru dan Tantangan Tim

Spekulasi mengenai siapa yang akan mengangkat kembali nomor 10 mengalir di antara pengamat dan suporter. Beberapa pundit menyoroti Cristian Romero sebagai kandidat kuat karena kepemimpinan yang ia tunjukkan sebagai kapten baru, sementara lainnya melihat gelandang muda seperti Alejandro Garnacho sebagai opsi berisiko namun berpotensi mengubah dinamika serangan. Prediksi nomor 10 masih bersifat sementara sampai Scaloni memberi sinyal resmi.

Keputusan akhir tentang pemilik nomor 10 akan berpengaruh pada klasemen piala dunia, terutama bila Argentina harus mengandalkan strategi kolektif dalam fase grup. Tanpa kehadiran Messi, kemampuan tim untuk mencetak gol dari bola mati dan serangan terorganisir menjadi penentu utama. Jika penggantinya mampu menyalurkan kreativitas, peluang Argentina melaju ke perempat final tetap tinggi.

Dengan nomor 10 masih kosong, Argentina memasuki fase transisi yang menuntut adaptasi cepat. Skaloni dan stafnya kini fokus pada membangun sinergi antara lini belakang yang solid dan penyerang yang lebih agresif. Saat jadwal piala dunia terus berlanjut, mata dunia akan menunggu siapa yang akhirnya mengisi ruang legendaris itu dan mengembalikan semangat kemenangan.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Piala Dunia.