Operasi Sukses, Fermin Aldeguer Terancam Absen di Trek Australia
Cedera baru memaksa pembalap muda ini menepi, mengubah peta persaraan papan atas dan memaksa tim memutar otak mencari solusi cepat di lintasan.
Sial benar nasib rider muda Gresini Ducati musim ini. Niat mendulang poin penting di Sirkuit Mandalika pekan lalu harus dibayar mahal oleh tubuhnya sendiri. Sebuah kecelakaan di tikungan akhir pada putaran awal balapan membuat tulang tangan kanannya patah. Insiden tersebut langsung mengubah jalannya musim yang sudah dipenuhi berbagai rintangan fisik sejak seri pertama.
Dokter spesialis bedah ortopedi langsung turun tangan menangani cedera tersebut begitu sang pebalap kembali ke Spanyol. Tim medis memastikan ada retak di pangkal jempol kanan yang membutuhkan tindakan pembedahan segera agar tidak berdampak panjang pada fungsi saraf motoriknya.
Dampak Besar pada Posisi Klasemen
Pukulan telak ini datang pada saat yang sangat krusial bagi sang <i>rider</i> Spanyol. Upaya merangsek ke grup depan justru berujung di atas gravel dan merusak perolehan angka penting. Kegagalan mendulang poin dari seri Indonesia ini langsung memengaruhi pergerakan poin di papan atas. Para rival terdekat tentu memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk memperlebar jarak aman dalam perebutan posisi akhir musim.
Setiap angka menjadi sangat berharga ketika persaingan masuk paruh kedua kompetisi semakin sengit. Kehilangan momentum akibat cedera memaksa tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi balap berikutnya.
Ancaman Absen di Phillip Island
Kepastian tampil di seri Australia akhir pekan depan kini berada dalam titik nadir. Manajer skuad Borgo Panigale secara terbuka meragukan kesiapan fisik anak asuhnya untuk langsung mengaspal kembali dalam waktu dekat.
"Menurut saya, dia tidak akan hadir di Phillip Island," ujar petinggi tim asal Italia tersebut kepada media.
Pernyataan itu meralat optimisme yang sempat dibagikan sang pebalap lewat media sosial pribadinya beberapa jam sebelumnya.
Rangkaian Masalah Fisik Sepanjang Musim
Tubuh pembalap bernomor start khas itu memang harus menanggung beban berat sepanjang tahun ini. Masalah di Indonesia menambah panjang daftar derita fisik yang dialaminya sejak seri pembuka. Catatan medis menunjukkan ia sempat melewatkan tes pramusim akibat patah tulang paha. Belum cukup sampai di situ, masalah punggung parah memaksanya absen dalam tiga seri beruntun setelah insiden horor di Assen.
Belakangan, ia bahkan harus kembali meja operasi demi mencopot sebagian pen besi dari kaki kirinya. Akumulasi cedera bertubi-tubi ini membuat manajemen harus berpikir ulang mengenai batas ketahanan fisik atlet muda mereka di ajang balap motor paling ekstrem di dunia.
Menanti Keputusan Final Tim
Waktu pemulihan yang sangat singkat membuat peluang turun lintasan di Negeri Kanguru nyaris tertutup rapat. Tim dipastikan tidak mau mengambil risiko memperparah kondisi tangan kanan yang baru saja dibedah. Sesi latihan bebas pertama di Australia akan menjadi penentu resmi apakah garasi mereka kedatangan pengganti sementara atau tetap mengandalkan satu motor saja.
Para penggemar kini hanya bisa mendoakan pemulihan cepat sambil memantau perkembangan situasi dari markas besar tim di Italia.