Jumat, 6 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Basket

Pelita Jaya Susun Formasi Taktik Baru untuk IBL 2026, Target Juara Bintang Lima

Pelita Jaya mengumumkan formasi baru, menambah pemain lokal, rookie, dan impor, sambil mempercayakan taktik pada pelatih David Singleton untuk menembus puncak IBL 2026.

Pelita Jaya Susun Formasi Taktik Baru untuk IBL 2026, Target Juara Bintang Lima
Ilustrasi: Basket — Cariaja News

Pelita Jaya menggelar peluncuran resmi tim baru untuk IBL 2026 di The Convergence Indonesia, Kuningan. Acara yang dihadiri oleh eksekutif klub, pemain, dan media menandai dimulainya era “Nyalakan Pelitamu”. Dengan semangat baru, manajemen menegaskan tekad kembali menancapkan nama Jakarta di puncak klasemen basket dan mengukir sejarah baru bagi warisan klub sejak 1988, serta menegaskan kembali komitmen kami kepada para suporter setia.

Perombakan skuad terlihat pada lini lokal, di mana Andrew William Lensun, Oka Ananta Yogiswara, Putu J. Satria Pande, dan Victory Jacob Emilio Lobbu resmi bergabung. Dua rookie, Candra Irawan dan Russell Nyoo, menggantikan nama‑nama lama seperti Yesaya Saudale dan Anthony Beane. Sementara tiga pemain asing—Jeffree David Withey, Amorie Archibald, dan Darious Lee Moten—dipertahankan untuk menambah kedalaman. Penambahan tersebut diharapkan meningkatkan kedalaman bangku dan memberi opsi taktis pada fase akhir pertandingan.

Di bangku pinggir, Pelita Jaya menaruh kepercayaan pada David Singleton, pelatih yang dikenal sebagai arsitek tim nasional basket Indonesia. Singleton dijanjikan akan memperkenalkan skema permainan yang lebih fleksibel, memanfaatkan kecepatan pemain muda serta kehadiran impor dalam transisi cepat. “Kita ingin menampilkan gaya bermain yang agresif namun terkontrol,” tegasnya dalam konferensi pers. Pendekatan ini juga mencakup penekanan pada pertahanan zona dan transisi cepat, menyesuaikan diri dengan kecepatan lawan.

Susunan Pemain Lokal dan Peran Taktis

Andrew Lensun, yang dikenal kuat di paint, diposisikan sebagai anchor di bawah ring, bertugas mengamankan rebound dan menjadi opsi pasca di tengah. Oka Yogiswara, dengan kemampuan dribble‑penetrasi, diharapkan menjadi playmaker off‑ball, membuka ruang bagi Putu Satria Pande yang memiliki tembakan tiga angka akurat. Victory Lobbu menambah dimensi fisik di sisi kanan, memungkinkan rotasi cepat antara post dan perimeter. Penempatan ini juga memberi ruang bagi pemain cadangan menyesuaikan diri secara bertahap, menjaga intensitas tim selama permainan panjang.

Impor: Kunci Pertahanan dan Serangan

Jeffree David Withey kembali dengan peran ganda sebagai interior defender dan finisher dalam pick‑and‑roll. Amorie Archibald, pemain wing yang lincah, diberi tanggung jawab mengawasi perimeter lawan serta mengeksekusi snap‑shooting pada sesi transition. Darious Lee Moten, dengan kelincahan guard, menjadi sumber utama dalam pengaturan tempo serta menciptakan peluang lewat drive‑and‑kick. Kolaborasi mereka dalam pick‑and‑roll diharapkan meningkatkan efisiensi serangan di area kunci, sementara pertahanan menahan serangan interior lawan.

Rookie dan Rotasi Dinamis

Candra Irawan, guard berkecepatan, diintegrasikan dalam rotasi pertama untuk menambah tekanan pada pertahanan lawan lewat penetrasi cepat. Russell Nyoo, wing dengan tembakan tiga angka, berfungsi sebagai opsi pencetak poin dari bench, memaksa lawan menyesuaikan pertahanan mereka, menjaga stamina tim sepanjang musim. Dengan menambahkan mereka dalam unit pertama, pelatih dapat memvariasikan formasi 2‑3‑2 atau 1‑4‑1.

Keputusan David Singleton dalam Implementasi Sistem

Singleton menegaskan bahwa sistem ofensif akan berpusat pada gerakan bola tanpa bola, memaksa pertahanan lawan terus bergerak. Ia memperkenalkan skema pick‑and‑roll yang melibatkan Withey dan Lensun, sementara Archibald dan Lobbu mengambil peran sebagai shooter perimeter. Di sisi bertahan, ia mengadopsi pertahanan zona bergeser 2‑3, memberi kebebasan pada pemain muda untuk belajar dari veteran dalam situasi kritis, memperkuat mental tim.

Pengembangan Bakat Muda lewat Kerjasama GMC

Kerjasama dengan GMC Cirebon menjadi bagian strategi jangka panjang Pelita Jaya. Klub mengirimkan pemain muda ke program pembinaan GMC, yang dikenal menghasilkan talenta siap IBL. Jeremy Imanuel Santoso menegaskan bahwa gap antara DBL dan IBL akan diisi melalui jalur ini, memastikan aliran pemain muda yang siap mengisi slot bila ada cedera atau penurunan performa. Program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada aspek mental dan taktik, mempercepat transisi pemain ke level IBL.

Jika taktik baru ini berfungsi, prediksi Pelita Jaya menembus lima besar klasemen basket dan menantang juara bertahan di awal jadwal Pelita Jaya musim 2026. Konsistensi dalam rotasi serta kebijakan pelatih yang adaptif diharapkan menghasilkan hasil Pelita Jaya yang lebih stabil, memberi harapan bagi supporter Jakarta untuk menyaksikan kebangkitan kembali tim bersejarah. Dengan dukungan penuh dari komunitas dan sponsor, klub optimis dapat menutup gap dengan tim‑tim papan atas pada paruh pertama musim.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Basket.