Pengakuan Paolo Maldini soal Pep Guardiola Nyaris Latih Italia
Mantan direktur teknik Gli Azzurri membeberkan cerita di balik kegagalan merekrut juru taktik asal Spanyol tersebut.
Kegagalan menembus putaran final turnamen akbar dunia meninggalkan lubang besar di tubuh sepak bola Italia beberapa tahun lalu. Kursi panas kepelatihan Gli Azzurri kosong setelah pemecatan Gennaro Gattuso akibat rentetan hasil buruk di fase kualifikasi. Federasi sepak bola setempat langsung bergerak cepat memburu sosok kelas wahid untuk memulihkan martabat bangsa di pentas internasional.
Nama besar dari daratan Katalonia mendadak muncul sebagai kandidat terkuat pengisi posisi lowong tersebut. Sosok yang dimaksud adalah arsitek papan atas yang saat ini masih memegang kendali penuh di klub kaya raya Inggris. paolo maldini selaku direktur teknis saat itu memimpin langsung perburuan ambisius demi mendapatkan tanda tangan sang juru taktik incaran.
Pertemuan Intensif Satu Hari Penuh
Perjalanan panjang menuju Spanyol dilakukan petinggi sepak bola Italia untuk membujuk sang maestro taktik agar mau pulang kampung secara filosofis. Pembicaraan empat mata berlangsung selama dua puluh empat jam penuh di sebuah restoran kawasan Barcelona. Pertemuan tertutup itu membahas rencana jangka panjang perbaikan sistem pembinaan usia dini hingga level senior.
Dalam pertemuan krusial tersebut, sinyal positif sempat ditunjukkan oleh mantan pelatih Bayern Munchen tersebut. Bahkan, secarik kertas kosong diambil untuk mencoret-coret formasi pemain yang bakal dipanggil memperkuat tim nasional. Rencana taktis disusun rapi mencakup pemantauan ketat mulai dari kategori umur belasan tahun ke atas.
Faktor Kelelahan dan Beban Kerja
Impian besar publik Italia mendadak runtuh ketika keputusan akhir diumumkan menjelang penutupan negosiasi. Angka kelelahan fisik maupun mental menjadi alasan utama penolakan tawaran terhormat itu. Beban berat sepuluh musim menangani klub Premier League menguras habis energi sang pelatih brilian.
Masalah kesehatan turut memperkuat keputusan mundur dari proyek ambisius federasi sepak bola Italia tersebut. Riwayat operasi pada bagian punggung memaksa sang juru taktik memilih masa pemulihan alih-alih mengambil tanggung jawab ganda. Tubuhnya membutuhkan waktu istirahat total setelah bertahun-tahun bertarung dalam tekanan kompetisi domestik yang sangat padat.
Perburuan Alternatif ke Nama Lain
Kegagalan mengamankan target utama membuat manajemen federasi mengalihkan pandangan kepada opsi alternatif berpengalaman. Nama mantan gelandang elegan serta pelatih gaek asal negeri Pizza sempat masuk dalam daftar pertimbangan. Carlo Ancelotti dihubungi langsung melalui sambungan telepon guna menjajaki peluang kepulangan ke markas latihan nasional.
Respons positif sempat terlontar dari mulut pelatih kawakan yang kini menangani skuad Samba tersebut. Namun, kesempatan itu harus pupus karena ikatan emosional dan kontrak aktif bersama federasi Brasil masih berjalan kuat. Konfirmasi resmi mengenai kepercayaan penuh pihak Amerika Selatan menghentikan upaya negosiasi lanjutan secara permanen.