Jumat, 6 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Liga Eropa

Rapor pemain AC Milan usai kekalahan 0‑2 dari Ferencvaros: Dampak pada klasemen dan

Kekalahan di San Siro menurunkan posisi Rossoneri di Liga Europa, memaksa pelatih menata ulang taktik dan menilai kembali kontribusi tiap pemain.

Rapor pemain AC Milan usai kekalahan 0‑2 dari Ferencvaros: Dampak pada klasemen dan
Ilustrasi: Liga Eropa — Cariaja News

Pemain AC Milan kembali menjadi sorotan negatif setelah menelan kekalahan 0‑2 melawan Ferencvaros di San Siro. Kegagalan mempertahankan gawang dan kurangnya kreativitas di lini tengah menurunkan moral tim menjelang pertandingan berikutnya. Kekalahan ini menurunkan mereka satu posisi di klasemen eropa, sekaligus menambah tekanan pada skuad yang sempat bangkit lewat Derby Della Madonnina.

Setelah kemenangan dramatis di Derby, harapan tinggi mengiringi Rossoneri ke laga tersebut. Namun sejak peluit pertama, Ferencvaros menekan dengan intens, memaksa pemain AC Milan berkali‑kali membuat kesalahan sederhana. Dua gol yang dicetak lawan berasal dari kegagalan back‑pass dan kurangnya koordinasi defensif, membuat suporter kecewa dan menuntut evaluasi menyeluruh.

Rapor pemain AC Milan: catatan individu yang mengecewakan

Bek kiri tampil seperti bek terburuk, sering terjebak dalam duel udara dan memberi ruang bagi penyerang tamu. De Winter memberikan umpan balik yang berujung pada gol pertama, sementara Diawara tampak rapuh meski menghindari kesalahan fatal. Bartesaghi, meski sigap, gagal menghasilkan umpan silang akurat, memperparah kekurangan serangan.

Di lini tengah, Musah gagal mengalirkan bola, bahkan hampir memicu gol balasan di babak pertama. Jashari menambah beban dengan umpan tidak akurat, sementara Rabiot sebagai kapten tidak mampu menciptakan peluang kreatif. Penampilan mereka mencerminkan penurunan kualitas yang berakibat pada hasil pemain AC Milan yang jauh di bawah ekspektasi.

Klasemen Liga Europa: bagaimana hasil menggeser posisi

Dengan dua poin yang hilang, AC Milan turun satu tempat di grup, menempatkan mereka di zona tengah yang rawan. Tim-tim pesaing kini memiliki jarak kecil yang dapat mengubah susunan klasemen eropa pada putaran berikutnya. Kekalahan ini menambah beban pada jadwal eropa, memaksa Milan mengincar kemenangan di tiga laga tersisa untuk mengamankan tiket ke fase knockout.

Perubahan jadwal dan peluang perbaikan

Jadwal eropa yang padat menuntut rotasi pemain yang lebih cermat. Pelatih diperkirakan akan memberi lebih banyak menit kepada pemain pengganti yang tampil lebih baik di babak kedua, seperti Gila dan Modric, untuk menambah energi. Penyesuaian taktik defensif dan peningkatan kecepatan transisi menjadi kunci agar hasil pemain AC Milan dapat kembali positif pada laga selanjutnya.

Dinamika persaingan grup: apa yang harus dihadapi selanjutnya

Grup kini dipenuhi oleh tim yang sudah menunjukkan konsistensi, seperti tim asal Spanyol yang unggul satu poin. AC Milan harus memanfaatkan pertemuan langsung dengan lawan terdekat untuk memperkecil jarak. Setiap kekalahan selanjutnya dapat mengancam peluang melaju, sehingga tekanan pada lini serang dan pertahanan menjadi semakin besar.

Apa yang berubah di lini belakang dan tengah? Analisis taktik

Setelah kekalahan, pelatih menegaskan perlunya perbaikan struktural di lini belakang. Penekanan pada disposisi zonal dan penurunan aksi-aksi berisiko menjadi fokus utama. Di tengah, peran Musah dan Jashari akan diuji dengan latihan penguasaan bola lebih intensif. Jika perubahan ini dapat menekan ruang lawan, hasil pemain AC Milan di pertandingan berikutnya berpotensi berbalik menjadi lebih menguntungkan.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Liga Eropa.