Sabtu, 7 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Piala Eropa

Rekor Buruk Luka Modric Setelah Kroasia Dibantai Inggris Tujuh Gol Tanpa Balas

Kapten veteran Kroasia itu mengakui rasa malunya usai menelan kekalahan paling telak dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Rekor Buruk Luka Modric Setelah Kroasia Dibantai Inggris Tujuh Gol Tanpa Balas
Ilustrasi: Piala Eropa — Cariaja News

Stadion di Rijeka mendadak menjadi saksi bisu salah satu malam paling kelam dalam sejarah sepak bola Balkan pada Sabtu malam. Di tengah rumput hijau yang basah, luka modric dan rekan-rekannya harus menelan pil pahit usai dibombardir gelombang serangan tanpa henti dari tim tamu. Angka nol di papan skor bagi tuan rumah benar-benar menggambarkan betapa timpangnya jalannya pertandingan malam itu.

Bukan sekadar takluk, margin selisih tujuh gol tanpa balas melahirkan rekor terburuk yang pernah dicatatkan oleh tim nasional tersebut sepanjang masa. Gawang mereka digeledah bergantian oleh deretan bintang lini depan lawan yang tampil sangat efektif memanfaatkan setiap celah pertahanan. Gelandang veteran Real Madrid itu tak kuasa menyembunyikan rasa frustrasinya di atas lapangan hijau setelah peluit panjang berbunyi.

Rekor Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah

Angka demi angka di papan skor memperlihatkan dominasi total skuad asuhan Thomas Tuchel sepanjang dua kali empat puluh lima menit pertandingan berjalan. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing menyumbang sepasang gol tajam, sementara Jude Bellingham, Anthony Gordon, serta Morgan Rogers turut melengkapi pesta gol tersebut. Masuknya sang kapten sejak menit pertama menggantikan laga sebelumnya ternyata belum cukup untuk meredam lini tengah lawan yang begitu beringas.

Bagi sang maestro lapangan tengah, hasil minor ini mencederai reputasi besar yang telah dirajut skuadnya selama dua dekade terakhir. Ia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya belum pernah merasakan hantaman psikologis sebesar ini sepanjang karier panjangnya mengenakan jersey kebanggaan negara. Performa di atas lapangan dinilai jauh di bawah standar minimum kompetisi level tertinggi.

Hilangnya Agresivitas di Lini Tengah

Evaluasi tajam langsung dilontarkan sang gelandang senior begitu pertandingan rampung digelar di hadapan pendukung sendiri. Ia menyoroti hilangnya kerja sama tim, gesekan antarpemain, serta minimnya agresivitas yang selama ini menjadi identitas utama permainan mereka di kancah internasional.

Bahkan, ia melontarkan analogi pedas bahwa penampilan malam itu begitu buruk hingga melawan klub divisi tiga pun mereka berpotensi tetap menelan kekalahan.

Hilangnya koordinasi membuat lini belakang seolah kehilangan empat atau lima pemain sekaligus di atas lapangan hijau. Situasi tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh barisan penyerang lawan untuk mencetak gol demi gol tanpa perlawanan berarti dari lini pertahanan tuan rumah.

Pesan Persatuan di Tengah Bencana

Meskipun kritik keras dilayangkan terhadap performa rekan-rekan setimnya, sang kapten langsung mengambil sikap tegas untuk meredam potensi perpecahan di ruang ganti. Ia dengan tegas melarang siapa pun mencari kambing hitam atas hasil memalukan tersebut demi menjaga keutuhan skuad menjelang laga-laga berikutnya.

Seluruh anggota tim diwajibkan untuk memikul tanggung jawab bersama atas bencana besar yang baru saja terjadi di kandang sendiri. Evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan tanpa saling menuding agar mentalitas bertanding bisa kembali pulih sebelum menghadapi ujian berat berikutnya melawan Spanyol.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Piala Eropa.