Jumat, 6 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Asia

Saat Cristiano Ronaldo Kehilangan Sepatu Emas di Pekan Pemungkas Liga Arab Saudi

Panggung akhir kompetisi negeri minyak mendadak sunyi bagi sang kapten, sementara mahkota pencetak gol justru jatuh ke kaki penyerang lain secara dramatis.

Saat Cristiano Ronaldo Kehilangan Sepatu Emas di Pekan Pemungkas Liga Arab Saudi
Ilustrasi: Asia — Cariaja News

Pekan pemungkas kompetisi sepak bola tertinggi di Jazirah Arab menyajikan drama yang sama sekali tidak terduga di lini depan. Nama cristiano ronaldo yang selama ini mendominasi perbincangan harus merelakan panggung utama direbut oleh rival lain yang tampil menggila pada menit-menit akhir. Pertarungan sengit ini melibatkan tiga penyerang tajam yang saling kejar angka hingga peluit panjang berbunyi.

Situasi di papan atas daftar pencetak gol sangat ketat sebelum laga penutup dimulai. Sejumlah penyerang elite berada dalam jarak dekat untuk memperebutkan sepatu emas di liga arab saudi. Publik bola tentu menjagokan nama-nama besar yang langganan merobek jala lawan sepanjang kompetisi berjalan beberapa bulan terakhir.

Namun lapangan hijau selalu menyimpan cerita di luar nalar. Alih-alih mempertahankan dominasi, para kandidat kuat justru mengalami nasib kontras di lapangan rumput. Ketegangan merayap sejak menit pertama dari setiap pertandingan penentu yang digelar secara bersamaan di stadion berbeda.

Pesta Gol Penyerang Al Qadsiah

Kejutan terbesar lahir dari kaki penyerang asal Meksiko yang membela Al Qadsiah. Julian Quinones mengawali pertandingan pamungkas dengan ketertinggalan jumlah lesakan dari para pesaing utamanya di papan atas. Namun situasi tersebut justru memicu ledakan performa yang luar biasa di atas lapangan hijau.

Menghadapi Al Ittihad, lini belakang lawan dibuat kocar-kacir oleh pergerakan tanpa kenal lelah. Quinones sukses memborong tiga gol sekaligus dalam satu pertandingan untuk memastikan kemenangan telak lima gol berbalas satu. Tambahan trigol ini langsung mendongkrak perolehan totalnya menjadi tiga puluh tiga gol hingga akhir musim.

Momen Kunci Penentu Sepatu Emas

Lonjakan produktivitas tersebut langsung mengubah peta persaingan secara drastis dalam sekejap. Sebelum laga itu, sang penyerang baru mengoleksi tiga puluh lesakan. Tambahan tiga gol krusial pada babak kedua memastikan dirinya melompati perolehan rival-rival terdekat yang sempat nyaman di singgasana.

Keberhasilan ini menempatkan pemain bernomor punggung tajam itu di puncak klasemen akhir pencetak gol terbanyak. Catatan impresif ini sekaligus mengunci statusnya sebagai peraih sepatu emas paling fenomenal dalam profil liga arab saudi musim ini.

Kegagalan Dua Pesaing Utama

Di tempat lain, cristiano ronaldo sebenarnya tidak tinggal diam menghadapi ancaman tersebut. Kapten Al-Nassr itu turun sejak menit awal dengan motivasi tinggi untuk mengamankan pundi-pundi golnya. Pertandingan melawan Damac diwarnai aksi tajam sang megabintang yang sukses menceploskan dua bola ke dalam gawang.

Dua lesakan tersebut sempat memberi angin segar bagi ambisi sang penyerang veteran. Sayangnya, tambahan angka itu belum cukup untuk membawanya kembali merajai daftar pencetak gol terbanyak. Statistik liga arab saudi mencatat total perolehan akhir penyerang Portugal itu berhenti di angka dua puluh delapan gol.

Nasib serupa dialami oleh penyerang Al Ahli yang sejak lama memimpin perburuan. Ivan Toney gagal menambah pundi-pundi golnya saat timnya bersua Al Khaleej. Kegagalan tersebut berakibat fatal karena posisinya di puncak langsung disalip oleh Quinones yang tampil lebih beringas.

Meskipun gagal mempertahankan gelar individu, cristiano ronaldo tetap meninggalkan catatan rekor luar biasa. Torehan tiga puluh lima gol dari musim sebelumnya masih menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah kompetisi tersebut. Panggung penutup musim ini membuktikan betapa ketatnya persaingan ketajaman di daratan jazirah.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Asia.