Statistik Lini Serang Juventus Memburuk Usai Tumbang di Kandang Genoa
Kekalahan dua gol tanpa balas di kandang Genoa memperlihatkan rapuhnya efektivitas penyelesaian akhir Juventus sepanjang musim ini.
Papan skor Stadion Luigi Ferraris menunjukkan angka dua kosong untuk keunggulan tuan rumah saat peluit panjang berbunyi. Juventus pulang dengan kepala tertunduk setelah gagal membendung gempuran lawan pada paruh pertama pertandingan. Kingsley Ehizibue bersama Tommaso Baldanzi bergantian merobek jala gawang tim tamu dalam kurun waktu cepat. Hasil minor tersebut memperpanjang tren negatif Bianconeri yang kini menelan dua kekalahan dari tiga laga terakhir di ajang serie. Posisi mereka di tangga klasemen italia tertahan pada peringkat kedelapan dengan koleksi empat belas poin dari sembilan penampilan perdana. Sementara itu, kubu pemenang merangkak naik menuju tangga ketiga belas berkat tambahan tiga angka penuh di kandang sendiri. Masalah terbesar justru terlihat jelas pada sektor lini serang yang gagal memberikan ancaman berarti sepanjang dua×45 menit.
Angka-angka statistik pasca-laga merangkkum penurunan drastis produktivitas tim asuhan pelatih asal Turin tersebut. Berdasarkan data resmi kompetisi, rata rata torehan expected goals keseluruhan hanya menyentuh angka nol koma sembilan puluh tiga per partai. Catatan itu menempatkan raksasa Turin tersebut pada posisi keenam belas di antara seluruh kontestan liga italia musim ini. Situasi menjadi semakin buruk ketika membedah metrik expected goals khusus dari situasi permainan terbuka yang hanya bernilai nol koma enam puluh empat.
Angka Minor di Kotak Penalti
Minimnya kreasi peluang matang tecermin dari frekuensi tembakan tepat sasaran yang dilepaskan para penggawa lini depan. Sepanjang sembilan pekan berjalan, mereka cuma mampu mencatatkan rata rata lima koma delapan puluh empat tembakan dari dalam kotak terlarang. Angka tersebut menegaskan betapa tumpulnya ujung tombak mereka dalam membongkar rapatnya barisan pertahanan lawan di area berbahaya.
Satu-satunya aspek yang sedikit menyelamatkan rapor ofensif tim adalah percobaan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Mereka sanggup membukukan rata rata empat koma tujuh puluh lima tembakan jarak jauh setiap kali turun bertanding di lapangan hijau. Statistik itu sempat mengantar mereka menduduki tangga keempat dalam hal efektivitas tembakan spekulatif tingkat liga.
Produktivitas Gol Terendah Papan Atas
Krisis Ketajaman di Sepertiga Akhir
Akumulasi seluruh hambatan tersebut bermuara pada total perolehan gol yang baru menyentuh angka sebelas dari sembilan laga. Dari seluruh kesebelasan yang menghuni sepuluh besar klasemen sementara, hanya Cagliari yang mencatat torehan jebol lebih sedikit. Klub asal Sardinia itu baru mengumpulkan delapan lesakkan, menjadikan produktivitas lini serang Juventus sebagai salah satu yang terburuk di papan atas.
Kombinasi antara minimnya tembakan jarak dekat dan rendahnya rasio penyelesaian akhir memaksa staf pelatih segera mencari solusi taktis. Jika tidak segera dibenahi, target tinggi klub pada musim kompetisi ini bakal semakin sulit untuk digapai.
Ujian Berat Kontra Napoli
Waktu pemulihan berjalan sangat singkat karena jadwal lini serang langsung mempertemukan mereka dengan lawan tangguh berikutnya. Juventus dijadwalkan menjamu Napoli di Allianz Stadium pada awal bulan November untuk melakoni partai krusial lanjutan liga. Pertemuan akbar tersebut bakal menjadi ujian sesungguhnya bagi efektivitas lini serang dalam merespons kekalahan memalukan di markas Genoa. Kehilangan poin penuh di Turin tentu bakal memperlebar jarak mereka dari persaingan jalur juara musim ini.