Minggu, 8 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Piala Eropa

Adu Taktik Zinedine Zidane Berakhir Saat italia alessandro bastoni Tahan Prancis

Debut kandang Zinedine Zidane bersama Les Bleus diwarnai drama taktik tinggi setelah lini belakang Azzurri tampil disiplin menjaga kedalaman.

Adu Taktik Zinedine Zidane Berakhir Saat italia alessandro bastoni Tahan Prancis
Ilustrasi: Piala Eropa — Cariaja News

Stadion Stade de France di Saint-Denis menjadi saksi bisu bentrokan taktik tingkat tinggi pada matchday ketiga Grup 1 ajang UEFA Nations League A akhir pekan ini. Sorot mata penonton tertuju pada tepi lapangan tempat Zinedine Zidane berdiri untuk pertama kalinya memimpin skuad tuan rumah. Atmosfer panas langsung terasa sejak peluit awal dibunyikan, memaksa kedua kubu memperagakan tempo permainan cepat demi menguasai lini tengah.

Strategi tekanan agresif langsung diterapkan sejak menit pertama oleh sang tuan rumah demi menguret ruang gerak lawan. Di sisi lain, sang tamu merespons melalui kedisiplinan blok rendah yang menyulitkan alur umpan pendek. Dalam menyusun susunan pemain hasil prancis vs italia, kedua pelatih sama-sama mengandalkan keseimbangan fisik untuk meredam transisi cepat yang kerap menjadi senjata utama masing-masing kubu.

Ketatnya Lini Tengah dan Peluang Dini

Garis pertahanan tinggi yang diterapkan tuan rumah nyaris langsung dihukum melalui serangan balik cepat. Moise Kean lolos dari kawalan lini belakang dan mengirim ancaman nyata, namun kesigapan Mike Maignan di bawah mistar gawang mampu menyelamatkan situasi darurat tersebut. Respons kilat langsung diperlihatkan Michael Olise lewat kreasi serangan sayap yang nyaris memecah kebuntuan.

Umpan silang terukur dari Olise sempat berbelok arah setelah mengenai kaki Sandro Tonali sebelum akhirnya hanya membentur mistar. Tekanan bergelombang terus dilancarkan, sementara sang tamu tetap setia menunggu celah dari kesalahan penguasaan bola. Kedisiplinan posisi menjadi kunci utama Azzurri dalam meredam agresivitas lini depan Les Bleus sepanjang paruh pertama pertandingan.

Transformasi Serangan Selepas Jeda

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat drastis seiring instruksi baru dari pinggir lapangan. Desire Doue melepaskan tembakan melengkung tajam yang memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan aksi penyelamatan akurat. Tidak lama berselang, giliran Ousmane Dembele menguji ketangguhan kiper utama tersebut melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti.

Peran Krusial Bola Mati

Kebuntuan akhirnya pecah melalui situasi bola mati yang dieksekusi sempurna oleh Olise. Sepakan bebas akuratnya menghujam bagian bawah mistar tanpa mampu dijangkau Donnarumma, mengubah skor hasil prancis vs italia menjadi keunggulan tuan rumah. Keunggulan tersebut memaksa sang tamu mengubah pendekatan taktik dengan menaikkan garis pressing secara signifikan.

Gol Penyeimbang dan Drama Kartu Merah

Kesalahan umpan di area pertahanan sendiri menjadi petaka fatal bagi lini belakang tuan rumah. Memanfaatkan kelengahan tersebut, italia alessandro bastoni merebut bola dengan sigap dan menaklukkan Maignan tanpa beban untuk menyamakan kedudukan menjadi imbang. Gol ini mengubah momentum sisa pertandingan menjadi jauh lebih terbuka bagi kedua kubu.

Sepuluh menit terakhir diwarnai gelombang serangan bertubi-tubi dari kedua belah pihak. Donnarumma tampil gemilang menepis peluang emas dari Eduardo Camavinga dan Bradley Barcola. Petaka menimpa tuan rumah tatkala Dayot Upamecano diganjar kartu kuning kedua akibat melanggar Kean, memaksa tim bermain dengan sepuluh orang hingga laga usai.

Hasil akhir imbang ini mengukuhkan posisi puncak klasemen piala eropa bagi Prancis dengan perolehan tujuh poin. Sementara itu, tambahan satu angka menempatkan Azzurri di bawah Belgia dalam persaingan ketat fase grup turnamen bergengsi benua biru tersebut.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Piala Eropa.