Minggu, 8 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Piala Eropa

Kontroversi Rasmus Hojlund Tiru Selebrasi Ronaldo di Depan Jorge Jesus

Malam penuh drama tersaji saat Denmark tumbang dari Portugal, diwarnai aksi penyerang muda yang meniru sang idola di hadapan sang pelatih.

Kontroversi Rasmus Hojlund Tiru Selebrasi Ronaldo di Depan Jorge Jesus
Ilustrasi: Piala Eropa — Cariaja News

Papan skor Stadion menunjukkan angka 4-2 untuk keunggulan tim tamu setelah peluit panjang berbunyi. Pertandingan fase grup UEFA Nations League itu menyisakan cerita panas di luar urusan taktik lapangan. Sorotan utama tertuju pada penyerang muda Denmark yang tampil penuh emosi sepanjang sembilan puluh menit. Namanya mendadak mendominasi lini masa setelah insiden yang melibatkan gestur provokatif dan ketegangan fisik di atas rumput hijau.

Malam itu, rasmus hojlund menjadi aktor paling menentukan di kubu tuan rumah meski timnya harus mengakui keunggulan lawan. Kontribusinya sangat terasa ketika ia sukses menjebol gawang lawan pada paruh kedua pertandingan. Gol tersebut sempat menghidupkan asa publik stadion yang memadati tribun. Namun, bukan sekadar lesakan bola ke gawang yang membuat namanya langsung ramai dibicarakan jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Selebrasi Spontan untuk Sang Idola

Selepas bola bersarang di jaring, penyerang Napoli itu langsung berlari ke sudut lapangan. Ia melompat dan berputar di udara sebelum mendarat dengan membentangkan tangan seraya meneriakkan gestur khas yang sangat familier. Seluruh stadion mendadak bergemuruh menyaksikan aksi tersebut. Gestur itu didedikasikan langsung untuk cristiano ronaldo, sosok yang absen dari susunan pemain utama akibat keputusan kontroversial pelatih.

Banyak pihak mengaitkan momen tersebut dengan situasi internal tim tamu sebelum pertandingan dimulai. Sang kapten legendaris dikabarkan meninggalkan kamp latihan sehari sebelumnya karena tidak dipilih sebagai starter. Seusai laga, sang pencetak gol mengakui bahwa aksi melompat itu dilakukan tanpa rencana matang. Ia hanya ingin menunjukkan kekaguman mendalam kepada pemain panutannya.

"Saya tidak berpikir dua kali ketika bola masuk," ujar sang penyerang menanggapi alasannya meniru gaya ikonik tersebut kepada awak media olahraga Italia.

Ia menambahkan bahwa dirinya merasa beruntung bisa aktif bermain di lapangan hijau pada era yang sama dengan idolanya. Pengaruh besar sang megabintang terhadap kecintaannya pada sepak bola membuatnya terdorong melakukan penghormatan terbuka di atas lapangan hijau.

Benturan Fisik dengan Jorge Jesus

Ketegangan tidak berhenti di batas garis lapangan hijau ketika peluit akhir berbunyi. Situasi justru semakin memanas ketika jorge jesus berada di jalur pergerakan sang penyerang muda seusai pertandingan. Kontak fisik yang tidak terhindarkan terjadi di dekat terowongan pemain. Pemain bernomor punggung sembilan itu terlihat mendorong juru taktik berpengalaman tersebut dalam sebuah momen penuh emosi.

Respons Dingin Sang Pelatih

Menanggapi insiden dorongan dan selebrasi provokatif tersebut, pelatih kepala Portugal memilih meredam situasi dengan kepala dingin. Juru taktik berusia uzur itu menegaskan dirinya tidak menyimpan dendam kepada pemain muda yang bertindak di luar kendali emosi.

"Saya tidak tahu apa motivasinya melakukan itu," ucap sang pelatih dalam sesi konferensi pers pascalaga. "Dia masih sangat muda, dan saya sama sekali tidak berniat marah. Tugas saya adalah fokus menjalankan pekerjaan di pinggir lapangan."

Keputusan kontroversial mencadangkan sang peraih Ballon d'Or terbukti memicu gelombang reaksi berantai. Pertandingan malam itu pun ditutup bukan sekadar lewat catatan angka di papan skor, melainkan oleh bara emosi yang melibatkan rasmus hojlund dan staf pelatih lawan.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Piala Eropa.