Jumat, 6 November 2026 · WIB
CARIAJA NEWS

Berita olahraga Indonesia dan dunia. Hasil, klasemen, transfer, dan analisis setiap hari.

Piala Dunia

Menata Ulang Taktik Argentina Usai Era Lionel Messi

Keputusan besar diambil sang kapten, memaksa staf kepelatihan memutar otak merancang formasi baru untuk mempertahankan dominasi di level internasional.

Menata Ulang Taktik Argentina Usai Era Lionel Messi
Ilustrasi: Piala Dunia — Cariaja News

Keputusan mengejutkan telah resmi diambil oleh lionel messi, menandai akhir dari dua dekade dominasinya sebagai poros utama permainan Albiceleste. Ia menutup lembaran internasional dengan torehan 125 gol dari 207 penampilan, serta mempersembahkan trofi piala dunia yang selama ini dinantikan publik.

Penggawa andalan tersebut mengakui bahwa langkah ini terasa amat menyakitkan hingga ke lubuk hati paling dalam. Namun, ia menyadari betul bahwa momen peralihan ini sudah tiba, meninggalkan lubang besar di sepertiga akhir lapangan yang harus segera ditutup oleh sang juru taktik.

Hilangnya sang maestro memaksa pelatih melakukan perombakan total pada struktur penyerangan tim. Tanpa pemain bernomor punggung sepuluh itu, struktur operan harus disebar secara merata agar aliran bola tidak mandek di satu titik saja.

Peran Sentral Julian Alvarez

Pilihan paling rasional jatuh kepada penyerang Atletico Madrid yang memiliki rekam jejak panjang bersama tim nasional. Pengalamannya merumput di panggung tertinggi Eropa maupun turnamen global menjadikannya figur paling matang untuk memimpin lini depan.

Penyerang berusia 26 tahun tersebut pernah membuktikan kapasitasnya dengan menyarangkan gol penentu pada babak perempat final. Produktivitasnya di level klub juga menunjukkan grafik meningkat tajam, terbukti dari torehan belasan gol di kompetisi domestik Spanyol.

Pelatih diprediksi akan menggeser posisinya menjadi tumpuan utama dalam perburuan angka pada turnamen berikutnya. Fleksibilitas pergerakannya bakal memudahkan transisi strategi, terutama saat tim membutuhkan tekanan konstan di area pertahanan lawan.

Opsi Tambahan dari Sisi Sayap

Selain nama tersebut, staf pelatih juga memantau perkembangan pesat dari winger muda yang tampil impresif dalam beberapa kesempatan penting. Putra dari pelatih Atletico Madrid ini mulai mencuri perhatian publik lewat kontribusi nyata di babak kualifikasi.

Ia sempat diturunkan dalam partai krusial semifinal dan final berkat kemampuan jelajahnya yang tinggi di sisi lapangan. Karakter permainan agresif miliknya sangat cocok untuk skema transisi cepat yang kerap diterapkan dalam hasil lionel messi sebelumnya.

Prospek Jangka Panjang Nico Paz

Gelandang muda asal klub Como ini menawarkan dimensi berbeda dalam hal kreativitas lapangan tengah. Usianya yang baru menginjak 21 tahun memberikan keuntungan tersendiri bagi proyeksi jangka panjang skuad juara bertahan tersebut.

Ia sempat merasakan menit bermain sebagai pelapis langsung sang legenda pada turnamen akbar beberapa waktu lalu. Pengalaman berharga tersebut kian matang berkat kesempatan tampil di panggung Liga Champions bersama klubnya musim ini.

Pengatur serangan ini diproyeksikan berdiri tepat di belakang duet penyerang murni untuk mendikte tempo permainan. Kombinasi ketiganya bakal menjadi fondasi baru bagi tim Tango dalam mengarungi jadwal lionel messi dan rekan-rekannya di masa lalu.

Penulis

Redaksi Cariaja menulis untuk Cariaja News. Artikel ini disunting oleh desk Piala Dunia.